Pendidikan

Tradisi, Adat dan Kebiasaan Orang Maluku

tradisi adat dan kebiasaan orang maluku

Sejarah mencatat Maluku sebagai daerah penghasil rempah. Portugis datang pada tahun 1511 ke Maluku untuk mengambil dan mengendalikan perdagangan rempah-rempah. Tapi tahukah, Sahabat? Selain kaya akan rempah, adat istiadat dan kebiasaan orang Maluku juga amat beragam dan menarik untuk digali.

Adakah tradisi atau adat istiadat dari Maluku yang sudah Sahabat ketahui? Mungkin belum banyak. Tapi tenang saja, melalui artikel kali ini, kami akan mengajak Sahabat mengenal orang Maluku beserta kebiasaan-kebiasaannya yang unik. Berikut 8 kebiasaan orang Maluku yang patut diketahui.

1.Bambu Gila

Tradisi yang satu ini berkaitan dengan dunia mistis. Untuk melaksanakan tradisi ini, dibutuhkan pawang, bambu, kemenyan, mantra, serta laki-laki berjumlah ganjil yang bertugas menjadi penahan bambu. Desa Liang dan Desa Mamala adalah dua tempat dimana Sahabat bisa menemukan tradisi bambu gila.

bambu gila
(Tradisi bambu gila. Foto: Allako Pasanggang/Merdeka.com)

Pertama-tama, dilakukan pemilihan batang bambu. Pawang kemudian melaksanakan serangkaian adat untuk meminta izin penebangan batang bambu tersebut.

Tradisi dilanjutkan dengan sang pawang yang membacakan mantra untuk mengarahkan roh di dalam batang bambu. Roh di dalam bambu akan membuat para penahan bambu terlempar dan terdorong ke sana kemari. Namun, mereka harus mampu menahan bambu itu bagaimanapun caranya. Tradisi selesai ketika roh tersebut berhasil ditenangkan oleh sang pawang.

2.Pukul Sapu

Makan ketupat dan opor dan bersilaturahmi dengan saudara. Kedua kegiatan tersebut sudah lazim dilakukan pada momen Idul Fitri. Nah, orang Maluku punya kebiasaan yang berbeda untuk merayakan Idul Fitri.

Namanya tradisi pukul sapu, lengkapnya Baku Pukul Menyampu dan Pukul Manyapu. Kebiasaan ini diselenggarakan setiap tanggal 7 Syawal atau satu minggu setelah Idul Fitri. Sama seperti bambu gila, pukul sapu juga berasal dari Desa Mamala. Asal muasal tradisi ini adalah para pasukan Kapten Lelukasbessy yang membubarkan diri dengan pukul sapu ketika sang kapten dihukum mati.

pukul sapu
(Tradisi pukul sapu. Foto: Eddie Likumahua/travelingyuk.com)

Dalam tradisi ini, para lelaki akan bertelanjang dada, hanya mengenakan celana pendek serta ikat kepala. Mereka kemudian saling memukulkan sapu yang terbuat dari tulang daun pohon mayang atau pohon enau ke tubuh. Pertunjukkan ini menjadi ajang bagi para lelaki untuk menunjukkan kejantanan dan kebanggaan mereka.

3.Makan Patita

Makan Patita adalah kebiasaan makan bersama yang biasa dilaksanakan orang Maluku pada momentum hari besar. Tradisi ini dilakukan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota, HUT Kemerdekaan Indonesia, HUT tempat ibadah, dan hari-hari besar lain. Nilai yang dijunjung dalam tradisi ini adalah kebersamaan, kehangatan, serta semangat kekeluargaan.

Pada saat pelaksanaan tradisi, setiap rumah akan memasak dalam jumlah besar. Masakan-masakan tersebut kemudian dibawa ke tempat berkumpul untuk dinikmati bersama-sama. Adapun masakan yang biasa disajikan adalah hidangan khas Maluku seperti colo-colo, sayur-sayuran, papeda, ikan asar, singkong rebus, patatas rebus, kohu (urap Maluku), dan masih banyak lagi.

kohu maluku
(Kohu, urap Maluku. Foto: Sajian Sedap)

4.Malam Badendang

Kebersamaan dan solidaritas masyarakat Maluku tidak hanya tampak dari tradisi Makan Patita, Sahabat. Ada lagi satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang Maluku untuk membangun kebersamaan. Namanya Malam Badendang.

tari katreji
(Tari Katreji. Foto: Good News From Indonesia)

Dalam acara ini, para peserta akan menari semalaman suntuk. Tarian yang dibawakan adalah tarian-tarian daerah seperti Katreji dan Orlapei. Musik karaoke dan berbagai kudapan khas Maluku ikut dihadirkan untuk memeriahkan acara.

5.Upacara Adat Nyuci Negeri Soya

upacara adat nyuci negeri soya
(Upacara adat nyuci negeri soya. Foto: Klikmaluku.com)

Seperti namanya, upacara adat ini dilaksanakan untuk membersihkan negeri. Selain itu, upacara ini juga memiliki tujuan untuk membersihkan diri dari perasaan negatif seperti dengki, persetertuan, dan kecurigaan. Waktu pelaksanaanya setiap minggu kedua bulan Desember dan dipimpin oleh Raja atau Upulatu.

Upacara adat yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2015 lalu ini memiliki sejumlah rangkaian. Rangkaian tersebut terdiri atas pembersihan negeri, naik ke Gunung Sirimau, upacara adat cuci negeri, cuci air (Wai Werhalouw dan Unuwei), terakhir masuk kain gandong.

6.Upacara Adat Sasi

Upacara adat yang satu ini memiliki tujuan untuk menjaga kelangsungan hidup di wilayah laut. Meskipun tujuannya demikian, akan tetapi upacara ini juga bisa dilangsungkan di laut. Pelaksanaan upacaranya berupa larangan mengambil hasil panen dari laut dalam jangka waktu tertentu. Nantinya, panen hasil laut akan dilakukan bersama-sama pada waktu yang sudah ditentukan.

upacara adat sasi maluku
(Adat sasi Maluku. Foto: Antara/ca)

7.Tradisi Timba Laor

Kalau yang satu ini, berkaitan dengan kebiasaan orang Maluku mengonsumsi makanan laut. Timba laor adalah tradisi dimana masyarakat Maluku memakan laor. Yang dimaksud dengan laor adalah hewan laut yang mirip dengan cacing. Dalam tradisi ini, masyarakat mengambil laor ke pantai pada malam hari. Laor kemudian dimakan mentah-mentah dengan tambahan bumbu berupa cuka, garam, dan irisan bawang. Pilihan lain, laor juga bisa dinikmati setelah digoreng.

tradisi timba laor
(Tradisi timba laor. Foto: Eddie Likumahua/Merdeka.com)

8.Obor Pattimura

Sahabat pasti tidak asing dengan nama Pattimura, bukan? Benar, Pattimura adalah pahlawan nasional dari Maluku yang wajahnya terpajang dalam lembaran uang seribu rupiah. Nah, kebiasaan orang Maluku yang satu ini dilaksanakan untuk mengenang pahlawan Maluku tersebut.

obor pattimura
(Upacara obor Pattimura. Foto: Kabartimurnews.com)

Upacara ini diperingati setiap tanggal 15 Mei dengan pawai obor. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam upacara ini adalah lari obor. Pelari akan memulai dari Pulau Saparua dan berhenti di Pulau Ambon. Barulah kemudian pelari tersebut diarak menuju Kota Ambon.

Bagaimana, Sahabat? Menarik ya, tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Maluku. Semoga saja kebiasaaan tersebut bisa tetap lestari dan tidak sampai hilang dari kehidupan orang-orang Maluku.

Berbicara soal Maluku, masih ada orang-orang yang belum memiliki rumah ibadah yang layak lho, Sahabat. Salah satunya adalah umat Muslim di Desa Waya. Selama ini, mereka hanya menggunakan sebuah bangunan sederhana untuk shalat berjamaah dan mengaji. Namun, seiring berjalan waktu, bangunan itu sudah tidak lagi cukup untuk menampung umat Muslim yang bertambah jumlahnya.

Saat ini, pembangunan masjid tengah berjalan. Agar pembangunan berjalan lancar, mereka membutuhkan biaya yang cukup. Yuk, bantu mereka mewujudkan masjid satu-satunya di desa mereka dengan cara klik di sini.

Baca juga : Kondisi Geografis Pulau Papua dan Maluku

Referensi:

https://www.gramedia.com/best-seller/kebiasaan-orang-maluku/
https://kumparan.com/berita-hari-ini/tradisi-dan-kebiasaan-orang-maluku-yang-menarik-untuk-diketahui-1x6hvdAgPgD
https://regional.kompas.com/read/2022/08/11/180227678/5-upacara-adat-dari-maluku-dari-tradisi-sasi-hingga-obor-pattimura