Kesehatan

Ketahui Pengertian dan Perbedaan Disabilitas dengan Difabel

disabilitas dan difabel

Difabel dan disabilitas. Dua istilah ini bukanlah istilah asing yang sulit dikenali. Namun, terkadang yang membuat bingung adalah bagaimana menjelaskan perbedaan kedua istilah ini? Apa itu disabilitas dan apa itu difabel? Bagaimana kita menggunakan kedua istilah tersebut? Faktanya, masih banyak orang yang berpikiran difabel dan disabilitas memiliki arti yang sama padahal perbedaannya cukup signifikan. Masalahnya, menyamakan kedua istilah ini akan membuat timbulnya sentimen yang berbeda bagi pihak yang mendengarkan.

Tenang, Sahabat. Dalam artikel kali ini, kami akan menelaah pengertian serta perbedaan difabel dan disabilitas. Sehingga kita tidak akan salah lagi menggunakan istilah ini dalam kehidupan sehari-hari. Nah, berikut pembahasannya.

Apa Itu Disabilitas?

(Gambar: Unsplash/Jon Tyson)

Secara umum, disabilitas diartikan sebagai ketidakmampuan seseorang dalam melakukan sesuatu. Disabilitas bukan hanya masalah kesehatan melainkan juga kondisi dimana baik tubuh dan pikiran kesulitan melakukan aktivitas tertentu dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

World Health Organization (WHO) menyebut disabilitas memiliki tiga dimensi. Pertama, keterbatasan melakukan aktivitas normal sehari-hari seperti bekerja dan bersosialisasi. Kedua, keterbatasan melakukan aktivitas contohnya sulit berjalan, melihat, mendengar, atau memecahkan masalah. Ketiga, penurunan struktur fungsi tubuh, secara fisik atau mental, seperti kehilangan anggota tubuh, atau ingatan.

Disabilitas dapat berupa kondisi bawaan lahir yang memengaruhi fungsi kerja tubuh di kemudian hari, gangguan perkembangan pada masa kanak-kanak seperti autisme dan ADHD, trauma fisik (misalnya cedera otak), berkaitan dengan masalah kesehatan yang sudah berlangsung sejak lama (misalnya diabetes yang menyebabkan seseorang kehilangan pengelihatan) dan progresif (distrofi otot) serta statis (kehilangan anggota badan).

Jenis-jenis disabilitas terbagi menjadi beberapa kategori. Ada disabilitas fisik yang membuat penderitanya sulit bergerak, misalnya tidak bisa berjalan. Ada pula disabilitas sensorik dimana penderitanya mengalami gangguan pendengaran atau pengelihatan. Kemudian, ada disabilitas intelektual yang artinya keterbatasan yang berhubungan dengan otak misalnya adalah kehilangan ingatan dan kesulitan dalam memahami pelajaran. Terakhir adalah disabilitas mental seperti fobia, depresi, skizofrenia, atau gangguan kecemasan.

Apa Itu Difabel?

(Gambar: Unsplash/CDC)

Selanjutanya, kita beranjak ke pembahasan tentang pengertian difabel. Difabel adalah istilah yang digunakan untuk menyebut atau menggambarkan keterbatasan peran penyandang disabilitas. Maksudnya adalah keterbatasan peran dalam melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari karena ketidakmampuan yang dimiliki. Lebih mudahnya, difabel adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kondisi seseorang yag mengalami disabilitas.

Satu hal yang penting, perlu diingat dan digarisbawahi selalu adalah difabel bukanlah seseorang yang sama sekali tidak mampu melainkan terbatas. Mereka membutuhkan bantuan dalam menjalankan aktivitas tertentu, misalnya dengan menggunakan alat bantu dengar.

Apa Perbedaan Difabel dan Disabilitas?

(Gambar: Unsplash/Nathan Anderson)

Baik disabilitas maupun difabel digunakan untuk menggambarkan kondisi keterbatasan. Keduanya tidak memiliki perbedaan yang begitu jauh. Namun, perbedaan itu terlihat dalam penggunaan kedua istilah dalam konteks sehari-hari. Istilah difabel terkesan lebih halus dibandingkan disabilitas karena pengidapnya dipandang masih mampu untuk beraktivitas.

Berikut akan kami berikan contohnya. Misalnya, seorang pelajar yang menderita disleksia dikatakan sebagai penyandang disabilitas karena tidak bisa membaca dengan normal. Ia juga bisa dikatakan difabel karena mengalami kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari seperti membaca buku saat belajar.

Untuk diketahui, disleksia merupakan salah satu disabilitas yang sulit untuk disembuhkan namun dapat diatasi misalnya dengan menggunakan video atau rekaman untuk membantu siswa belajar. Dengan demikian, pelajar tersebut terhitung mampu melaksanakan kegiatan sehari-hari sehingga sifat difabelnya berkurang. Namun, pelajar itu tetap memiliki disabilitas. 

Contoh lainnya, seseorang dengan kondisi tunanetra. Orang itu bisa disebut sebagai penyandang disabilitas karena tidak bisa melihat sesuatu dengan normal. Orang itu juga bisa disebut difabel sebab mengalami keterbatasan dalam hal peran pada aktivitas sehari-hari yaitu membaca buku teks.

Akan tetapi, kehadiran alat khusus misalnya huruf Braille dapat membantu orang dengan kondisi tunanetra membaca tulisan atau cerita dalam sebuah buku. Demikian perbedaan antara difabel dan disabilitas.

Lingkungan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas

(Gambar: Unsplash/Possessed Photography)

Menurut catatan WHO, ada lebih dari satu miliar orang, atau sekitar 15% dari populasi global merupakan difabel. Mereka memiliki hak yang harus dipenuhi baik dalam hal pendidikan, kesempatan kerja, hingga layanan kesehatan. Sayangnya, banyak dari hak di atas yang masih sulit didapatkan oleh difabel.

WHO menulis, difabel berhak atas kebutuhan seperti mempunyai akses yang sama dan adil untuk mendapat pelayanan kesehatan, masuk dalam kesiapsiagaan dan tanggap darurat kesehatan, serta dapat mengakses intervensi kesehatan masyarakat lintas sektor untuk memenuhi standar kesehatan terbaik.

Pada tahun 2019 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB telah merumuskan strategi inklusi untuk disabilitas berupa peningkatan standar lingkungan inklusif untuk disabilitas, termasuk di dalamnya soal pekerjaan. PBB menegaskan bahwa lingkungan inklusif bagi disabilitas merupakan bagian dari hak asasi manusia dan kebebasan yang paling mendasar. PBB melakukan inovasi terhadap strategi ini setiap tahunnya untuk menunjukkan keseriusan PBB dalam hal pemenuhan hak asasi para penyandang disabilitas.

Nah, bagaimana, Sahabat? Sudah lebih jelas kan pengertian dan perbedaan antara difabel serta disabilitas? Mulai sekarang kita bisa menggunakan kedua istilah tersebut dengan lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Simak terus artikel-artikel Sahabat Pedalaman yang menarik dan juga informatif, ya.

Baca juga : Kenapa Gizi Buruk Bisa Terjadi? Berikut Alasannya

Referensi:
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-difabel
https://www.alodokter.com/mengenal-perbedaan-disabilitas-dan-difabel
https://www.halodoc.com/artikel/jangan-keliru-ini-perbedaan-difabel-dan-disabilitas