Kesehatan

Label Nutrisi: Panduan Membaca Informasi Nilai Gizi pada Kemasan

informasi nilai gizi

Sahabat pasti tidak asing dengan label nutrisi yang biasa terlihat di kemasan produk makanan atau minuman. Label tersebut umumnya diisi dengan informasi nilai gizi sebuah produk. Pada label nutrisi tersebut, Sahabat bisa melihat informasi mengenai jumlah kalori, lemak, nutrisi, vitamin, serta kandungan lain dari produk tersebut yang dicantumkan dalam bentuk berat (gram dan miligram) serta persentasenya.

Keberadaan label nutrisi yang memuat informasi nilai gizi itu dapat memudahkan kita sebagai konsumen untuk memilih makanan atau minuman yang akan kita konsumsi dan menyesuaikannya dengan kondisi tubuh dan kesehatan kita masing-masing. Informasi nilai gizi juga membantu kita untuk menjalani hidup sehat. Selain itu, adanya label nutrisi dapat membantu kita menghindari zat atau bahan baku yang tidak bisa kita konsumsi karena alergi. 

Dalam artikel kali ini, kami akan mengupas soal label nutrisi yang terdapat di kemasan produk. Kami akan mulai dari menjabarkan alasan mengapa penting bagi kita sebagai konsumen untuk mencermati informasi nilai gizi yang tercantum di label nutrisi, kemudian memberikan panduan untuk membaca informasi yang tertera pada label nutrisi dengan baik. Dengan demikian, kita bisa sama-sama lebih memahami label nutrisi dan cara membacanya dengan benar sehingga kita bisa lebih bijaksana dalam mengonsumsi sebuah produk.

Tidak perlu membuang waktu lama lagi, mari kita langsung masuk ke pembahasan, Sahabat!

Baca juga: Sahabat Pedalaman Salurkan Paket Protein Tambahan untuk 4 Kota di Indonesia

Apa Manfaat Membaca Label Nutrisi?

(Gambar: cnet.com)

Informasi nilai gizi yang terdapat pada label nutrisi bisa memberikan beragam manfaat kesehatan bagi kita yang akan mengonsumsi sebuah produk, baik makanan atau minuman. Manfaat pertama, membantu konsumen untuk mengelola jumlah kalori yang dikonsumsi. Kandungan kalori merupakan salah satu informasi yang terdapat di label nutrisi. Biasanya, terdapat tulisan angka energi total yang terkandung dalam satuan kkal per takaran saji. Angka ini menunjukkan jumlah kalori yang akan didapatkan setiap mengonsumsi satu kemasan produk.

Jumlah kalori itu perlu disesuaikan dengan kebutuhan Sahabat. Untuk diketahui, umumnya kebutuhan kalori wanita adalah sebanyak 2.200 kkal, sementara untuk pria adalah 2.500 kkal. Kendati demikian, jumlah ini masih harus disesuaikan dengan berat badan, usia, tinggi badan, hingga aktivitas harian seseorang.

Kedua, mengatur berat badan. Asupan kalori berkaitan erat dengan penambahan atau pengurangan berat badan. Jika Sahabat ingin menurunkan berat badan, konsumsi kalori harus lebih sedikit dibanding yang dibakar. Dan sebaliknya, jika ingin menambah berat badan maka konsumsi kalori harus lebih banyak dibanding yang dibakar. Informasi nilai gizi pada label nutrisi akan membantu Sahabat menentukan jumlah kalori yang akan dikonsumsi.

Ketiga, memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Label nutrisi memuat informasi mengenai kandungan yang dibutuhkan. Informasi ini bisa Sahabat gunakan untuk melakukan perbandingan produk mana yang lebih sehat dan cocok untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Misalnya, di antara dua produk kripik kentang, Sahabat bisa memilih yang kandungan lemak jenuhnya lebih sedikit karena lebih sehat.

Jika sudah tahu manfaatnya, berikut kami akan membahas cara membaca label nutrisi.

Bagaimana Cara Membaca Label Nutrisi?

(Gambar: klikdokter.com)

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, label nutrisi membuat informasi nilai gizi yang terkandung dalam sebuah produk. Namun, penulisan informasi ini mungkin bisa membuat Sahabat kebingungan. Tak usah risau, Sahabat, mari kita bahas bersama-sama sekarang!

Menurut situs hellosehat.com, hal yang perlu dicermati pertama kali ketika membaca informasi nilai gizi pada label nutrisi adalah jumlah sajian per kemasan. Informasi nilai gizi yang tercantum tidak menggambarkan kandungan gizi dalam satu kemasan, melainkan dalam satu sajian. Biasanya, dalam satu kemasan produk makanan atau minuman, terdapat beberapa sajian. 

Misalnya, keterangan 4 sajian per kemasan yang tercantum pada produk keripik kentang. Ini berarti satu kemasan kripik kentang dapat dikonsumsi 4 kali dengan satu sajian yang dihabiskan setiap frekuensi konsumsi. Jika produk langsung dihabiskan dalam satu kali konsumsi, artinya Sahabat memperoleh asupan gizi sebanyak 4 kali dari yang tertulis di kemasan.

Kedua, perhatikan kalori total per sajian. Informasi nilai gizi di label nutrisi menampilkan banyaknya energi yang bisa Sahabat dapatkan dari tiap sajian produk makanan atau minuman. Jumlah sajian produk yang Sahabat konsumsi menentukan jumlah asupan kalori yang Sahabat dapatkan. Penulisan kalori umumnya disertai keterangan “kalori dari lemak” yang termasuk ke dalam kalori total.

Contohnya, pada sebungkus makaroni tertulis keterangan “kalori total per sajian” sejumlah 250 kkal serta “kalori dari lemak” sejumlah 110 kkal. Berarti Sahabat akan mendapatkan energi total sejumlah 250 kkal dari konsumsi sebuah sajian makaroni itu. 110 kkal dari total 250 kkal energi berasal dari lemak, sementara sisanya berasal dari karbohidrat serta protein.

Ketiga, bagian angka kecukupan gizi (AKG). AKG yang tercantum dalam informasi nilai gizi pada label nutrisi merujuk pada kebutuhan energi harian rata-rata yakni 2.000 kkal. Nilai tersebut enunjukkan jumlah zat gizi di dalam satuan berat seperti gram (gr) atau miligram (mg) atau dituliskan dalam bentuk persentase (%) AKG. Persentase AKG sendiri adalah perbandingan zat gizi pada suatu produk dengan total zat gizi yang Sahabat butuhkan.

Sebagai contoh, pada sekotak jus jeruk yang terdiri atas satu sajian tertulis bahwa produk tersebut memiliki kandungan vitamin C setara dengan 50% AKG di tiap sajian. Keterangan ini menunjukkan bahwa Sahabat telah memenuhi kebutuhan vitamin C sebanyak 50% apabila mengonsumsi jus jeruk tersebut.

Nah, Sahabat, itu dia pembahasan yang bisa kami sampaikan terkait label nutrisi dan informasi nilai gizi yang tercantum di dalamnya. Semoga artikel ini bisa membantu Sahabat lebih memahami perihal label nutrisi, ya.

Jangan lupa untuk simak terus artikel menarik yang akan kami publikasikan pada kesempatan selanjutnya!

Baca juga: Faktor Penyebab Banyaknya Kasus Gizi Buruk di Papua

Referensi:
https://www.alodokter.com/memahami-nilai-nutrisi-melalui-label-produk
https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/cara-membaca-label-informasi-nilai-gizi-pada-kemasan-makanan/

.