Ekonomi

Apa yang Menjadi Keunggulan Ekonomi Papua?

keunggulan ekonomi papua

Indonesia merupakan negara yang sangat luas. Setiap daerah memiliki keunggulan tersendiri, khususnya dalam bidang ekonomi. Begitu pula Papua. Kita mungkin sudah tahu Papua punya alam yang luar biasa indah dan kerap dijadikan destinasi wisata. Namun, apakah keunggulan ekonomi Papua hanya terdapat pada pariwisatanya?

Dalam artikel kali ini, kami akan menyajikan data mengenai keunggulan ekonomi Papua yang perlu Sahabat ketahui. Dengan demikian, Sahabat bisa mengenal satu lagi sisi Papua yang menarik untuk disimak.

Langsung saja kita bahas ya, Sahabat. Yuk, simak penjelasannya!

Tambang

(Gambar: Wikipedia/Ok Tedi Mine CMCA Review)

Sektor yang menjadi keunggulan Papua adalah tambang. Hasil tambang utama yang terdapat di Papua adalah emas dan tembaga. Tanah Papua menyimpan jumlah cadangan bijih emas yang paling banyak di Indonesia, yaitu 52%. Jika dirinci berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah sumber daya bijih emasnya adalah 3.2 miliar ton, sumber daya logam 0.002 juta ton, cadangan bijih 1.87 miliar ton, serta cadangan logam sejumlah 0.0015 juta ton.

Papua memiliki tambang emas paling besar di Indonesia yang luasnya mencapai 229.893,75 ha. Tambang emas ini tersebar di enam kabupaten yaitu Pegunungan Bintang, Keerom, Nabire, Dogiyai, Mimika dan Paniai. Banyaknya cadangan emas serta luasnya tambang emas membuat hasil emas cocok disebut sebagai salah satu keunggulan ekonomi Papua.

Tak hanya emas, hasil tembaga dari tanah Papua pun luar biasa melimpahnya. Hal ini dibuktikan dari data yang dihimpun Freeport McMoran di mana tambang Grasberg Papua yang produksi tembaganya mencapai 1,34 miliar pon tembaga pada tahun 2021. 

Papua menjadi salah satu penyumbang hasil tambang terbesar bagi Freeport McMoran. Angka produksi yang tinggi menempatkan Indonesia di posisi kedua dalam data produksi tembaga Freeport-McMoran tahun 2021. Indonesia hanya kalah dari Amerika Utara yang pada tahun 2021 memproduksi 1,46 miliar tembaga. Ini membuktikan nilai dan keunggulan ekonomi Papua dari sisi hasil tambang berupa tembaga.

Selain emas dan tembaga, Papua rupanya mempunyai satu hasil tambang lain yang juga menjadi keunggulan ekonominya. Hasil tambang yang dimaksud adalah perak. Papua mempunyai sebanyak 1.76 juta ton biji dan 1.875 juta ton biji untuk cadangan perak.

Lengkapnya, menurut booklet yang dirilis oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2020, tanah Papua mempunyai sumber daya bijih perak sebanyak 2882.83, sumber daya logam 0.01, cadangan bijih 1869.00, dan cadangan logam 0.01.

Dengan sumber daya yang melimpah tersebut, baik dari emas, tembaga, maupun perak, perlu perhatian dari pemegang kuasa agar menjaga kekayaan tambang yang ada di tanah Papua. Pertumbuhan investasi perlu didorong agar selaras dengan pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan.

Pariwisata 

(Gambar: Unsplash/Sutirta Budiman)

Seperti yang sudah kita bahas di pengantar artikel, sektor pariwisata menjadi salah satu keunggulan ekonomi Papua. Sahabat pasti sudah tidak asing dengan nama seperti Raja Ampat yang sudah tersohor di mata dunia. Wilayah Raja Ampat menyajikan pemandangan cantik berupa laut dengan pulau-pulau karang yang menawan. Belum lagi kekayaan bawah laut yang memanjakan mata siapapun yang berkunjung.

Namun, destinasi wisata Papua tak hanya Raja Ampat. Ada berbagai danau hingga Taman Nasional yang tersebar di seluruh penjuru Papua yang bisa dijadikan pilihan.

Banyaknya destinasi wisata membuat tak heran apabila sektor pariwisata menjadi salah satu keunggulan ekonomi Papua. Khususnya di daerah Kota Jayapura. Menurut berita tahun 2021, sektor pariwisata bahkan mampu memberikan sumbangan yang amat besar bagi pendapatan asli daerah (PAD) yang menyentuh angka 70%.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan dan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Papua juga menyampaikan bahwa Papua memiliki wilayah yang mempunyai daya tarik untuk wisatawan terutama mancanegara. Papua menyimpan potensi yang besar di sektor pariwisata. Ketua Asita Papua Iwanta Parangin-angin memberikan contoh ketika pihaknya berhasil membawa 500 wisatawan asing saat festival Baliem di Kabupaten Wamena. Rata-rata wisatawan tersebut tinggal selama 4-5 hari dengan masing-masing orang menghabiskan biaya Rp1 juta/hari.

Namun, untuk menarik lebih banyak wisatawan, banyak yang perlu dilakukan. Misalnya mendata paket wisata yang bisa ditawarkan dan disesuaikan dengan pasarnya, lalu mengurus masalah penerbangan agar terkoneksi antara provinsi yang satu dengan yang lainnya. 

Nah, bisa dilihat ‘kan, Sahabat, seberapa kaya tanah Papua? Selain dua sektor tersebut, sebenarnya Papua juga memiliki potensi ekonomi dari sektor lain. Mungkin akan kami bahas pada kesempatan lain ya, Sahabat.

Sayangnya, meskipun memiliki kekayaan yang begitu melimpah, terutama dari hasil tambang, Papua dan warganya masih harus bergulat melawan kemiskinan. Masih banyak sekali daerah di Papua yang tertinggal di segala bidang. Kondisi kehidupan masyarakat dan perekonomian di Papua masih banyak yang memprihatinkan.

Demikian artikel mengenai keunggulan ekonomi Papua. Semoga bisa menambah pengetahuan Sahabat sekalian dan membawa Sahabat lebih mengenal tanah Papua. Nantikan artikel menarik lainnya di blog Sahabat Pedalaman, ya!

Baca juga: Lika-Liku Masalah Pendidikan di Daerah 3T

Mari bantu ekonomi warga pedalaman papua dengan klik tombol di bawah!

Referensi

https://www.cnbcindonesia.com/research/20230112135042-128-404986/dilirik-asing-ini-3-harta-karun-papua-yang-harus-dijaga#:~:text=Papua%20merupakan%20negara%20yang%20kaya,minyak%20bumi%20dan%20gas%20alam
https://papua.tribunnews.com/2021/11/16/70-persen-pad-kota-jayapura-berasal-dari-sektor-pariwisata
https://jubi.id/tanah-papua/2022/asita-papua-memastikan-sektor-pariwisata-berpotensi-tingkatkan-pad/