Kesehatan

Kenali Penyakit Kaki Gajah dari Penyebab hingga Pencegahan

kaki gajah

Sahabat, apa pernah mendengar penyakit kaki gajah? Benar, sesuai namanya, kaki gajah adalah penyakit berupa pembengkakan di kaki akibat infeksi cacing berjenis filaria pada pembuluh getah bening. Cacing tersebut menyebar dan ditularkan melalui gigitan nyamuk yang juga telah terinfeksi sebelumnya. Selain sebutan kaki gajah, penyakit ini memiliki nama lain yaitu elephantiasis dan filariasis. 

Seperti yang disebutkan di atas, penyakit kaki gajah disebabkan infeksi dari cacing jenis filaria. Adapun jenis cacing yang dimaksud adalah Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timor. Sementara jenis nyamuk yang membawanya adalah jenis Culex, Aedes, Anopheles, dan Mansonia.

Ini merupakan penyakit yang banyak ditemukan di negara-negara dengan iklim tropis. Di Indonesia, penyakit ini tercatat banyak terjadi di daerah Papua, Nusa Tenggara Timur, Nanggroe Aceh Darussalam, dan Jawa Barat. Risiko terjangkit penyakit ini lebih besar apabila seseorang tinggal di wilayah endemik kaki gajah, lingkungan dengan kebersihan yang buruk, dan banyak nyamuk.

Penyakit ini patut diwaspadai karena seringkali kemunculannya tanpa gejala, Sahabat. Seseorang tidak akan tahu bahwa dirinya telah digigit nyamuk pembawa cacing filaria, atau tak tahu bahwa dirinya sudah mulai terinfeksi cacing sampai mulai terjadinya pembengkakan. Hal ini menyebabkan banyak penderita kaki gajah yang terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.

Terdapat tiga fase perkembangan penyakit kaki gajah. Pertama, fase tidak bergejala. Di fase ini, meski sudah mulai terjadi infeksi dalam tubuh penderita yang menyebabkan rusaknya aliran pada getah bening, ginjal, dan penurunan daya tahan tubuh, penderita tetap tidak merasakan gejala apapun. Karena itulah, penyakit kaki gajah kemudian berkembang ke fase berikutnya.

Kedua, fase akut. Pada fase ini, mulai muncul peradangan lokal di kulit, kelenjar getah bening, sampai pembuluh limfatik. Peradangan ini merupakan respon daya tahan tubuh atas infeksi parasit yang terjadi. Penderita akan mulai merasakan gejala seperti demam dan pembengkakan pada kelenjar getah bening, tungkai kaki, hingga kantung zakar pada penderita laki-laki.

Ketiga dan fase terakhir adalah fase kronis. Saat mencapai fase ini, jaringan limfa akan membengkak dan menebal, khususnya pada kulit kaki. Selain itu, pada penderita laki-laki juga akan terjadi penebalan di kantung zakar. Sedangkan penderita perempuan akan merasakan bengkak di payudara dan vagina. Di luar gejala pembengkakan, penderita juga bisa merasakan gejala seperti kulit yang terasa kaku dan keras, rasa sakit di area bengkak, menggigil, demam, hingga tidak enak badan.

Lantas, bagaimana menangani kaki gajah?

(Gambar: pemkomedan.go.id)

Penderita yang terjangkit kaki gajah akan diberi penanganan dan pengobatan yang membantu mencegah infeksi berkembang menjadi lebih buruk. Pengobatan juga dilakukan agar tidak sampai terjadi komplikasi filariasis atau kaki gajah yang dialami. Penderita kaki gajah akan diberikan obat cacing untuk mengurangi jumlah parasit di tubuh. Obat cacing yang bisa dikonsumsi misalnya ivermectin, albendazole, atau diethylcarbamazine.

Obat-obatan itu akan membuat cacing yang menjadi penyebab kaki gajah tersebut mati dan membuat pembengkakan pada kelenjar getah bening mereda. Akan tetapi tungkai dan kaki yang bengkak karena filariasis tidak akan lagi bisa kembali ke ukuran semula. Kendati demikian, penderita tetap harus selalu menjaga kebersihan kakinya yang bengkak dengan menempatkan posisi tungkai lebih tinggi ketika duduk atau berdiri, menggunakan stocking kompres, membersihkan area yang bengkak dengan air dan sabun, membersihkan luka dengan antiseptik, serta melakukan olahraga ringan untuk memperlancar aliran getah bening pada areayang bengkak.

Selain pemberian obat-obatan, pembengkakan kaki yang sudah terlanjur parah atau pembengkakan skrotum (hidrokel) dapat ditangani dengan cara operasi. Lewat operasi, sebagian kelenjar dan pembuluh limfa yang terjangkit infeksi akan diangkat. Langkah demikian akan mengecilkan pembengkakan yang diderita.

Apakah ada yang bisa dilakukan untuk mencegah kaki gajah?

(Gambar: Freepik/jcomp)

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Benar ‘kan, Sahabat? Setelah melihat bagaimana dampak penyakit kaki gajah terhadap tubuh, ada baiknya apabila kita mulai lebih memperhatikan diri demi mencegah terjangkit penyakit tersebut.

Langkah pencegahan kaki gajah yang paling utama adalah sebisa mungkin menghindari gigitan nyamuk, khususnya daerah yang tercatat sebagai wilayah endemik kaki gajah.

Sejumlah langkah berikut dapat diterapkan untuk memaksimalkan perlindungan diri dari gigitan nyamuk. Langkah-langkah tersebut adalah memakai pakaian panjang, mengoleskan losion anti-nyamuk di kulit, tidur di dalam kelambu, serta membersihkan genangan air yang terlihat di sekitar rumah.

Selain pencegahan yang dilakukan sendiri, pemerintah juga mengadakan program untuk memerangi penyakit kaki gajah di daerah-daerah seperti Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, dan Nanggroe Aceh Darussalam. Program pemerintah ini berupa pemberian obat pencegahan massal (POPM).

Itu dia penjelasan kami mengenai penyakit kaki gajah, Sahabat. Semoga dengan informasi berikut kita bisa menjaga diri dari risiko terkena penyakit tersebut, ya.

Nantikan artikel menarik dan edukatif lain yang akan kami hadirkan di sini ya, Sahabat!

Baca juga: Apa Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk?

Referensi:
https://www.alodokter.com/filariasis
https://www.emc.id/id/care-plus/penyebab-kaki-gajah-yang-perlu-diwaspadai
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/70/penyakit-kaki-gajah