Ekonomi Infrastruktur Pendidikan

Pasar Modal Bangun Jembatan Cikotak, Hadirkan Harapan Baru Bagi Masyarakat Kampung Cikotak

SerangSelf-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menyelenggarakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia. Pada kesempatan ini, SRO menyerahkan bantuan pembangunan Jembatan Cikotak yang menghubungkan Desa Kadubeureum dan Desa Cibojong, berlokasi di Kampung Cikotak, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Kamis (9/4).

Jembatan Cikotak dibangun dengan spesifikasi jembatan beton sepanjang 12 meter dengan lebar 150 cm, tinggi 2–3 meter dari tebing sungai, berat total ±8.640 kg, tapakan berbahan semen semi permanen, serta abutment berukuran 1,5 m x 2 m x 6 m. Pembangunan ini merupakan respons atas kondisi jembatan lama yang sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga, padahal jembatan ini merupakan satu-satunya titik penyeberangan yang menghubungkan dua kampung tersebut.

“Jembatan ini sangat penting untuk warga di Desa Cibojong dan Desa Kadubeureum, terutama yang tinggal di Kampung Cikotak. Soalnya sering dilewati anak-anak sekolah, ngaji. Terus banyak yang bawa kayu sama hasil kebun lewat sini,” ujar Ali Rahman, RT sekaligus tokoh masyarakat di Kampung Cikotak.

Kegiatan penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Panitia HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia, Antonius Herman Azwar, yang juga menjabat sebagai Direktur Kliring dan Penjaminan KPEI, kepada Kepala Desa Cibojong, Nopallailudin. Penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi; perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Banten, Rina Dewiyanti; Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah; Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik; Direktur Utama KPEI, Iding Pardi; Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat; serta Ketua Yayasan Sahabat Pedalaman, Wafiq Zuhair Muhammad, selaku mitra pelaksana di lapangan.

Antonius Herman Azwar dalam sambutannya menegaskan pentingnya kehadiran jembatan ini bagi kehidupan masyarakat setempat. “Di sini daerahnya pedalaman, penduduknya banyak, dan memang ada satu titik jembatan yang menghubungkan dua kampung ini kondisinya cukup parah, ini sangat krusial dan strategis. Jadi memang harus dibangun jembatan beton di sini. Harapannya, akses dua kampung ini lancar, pertama untuk transportasi anak-anak sekolah, dan perekonomian di dua kampung ini juga bisa bertumbuh,” ujar Antonius.

Pemerintah Provinsi Banten turut memberikan dukungan penuh atas inisiatif ini. Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Banten Rina Dewiyanti menyampaikan bahwa kegiatan CSR ini bukan sekadar bantuan biasa. “Bukan hanya sekadar bantuan, kegiatan CSR ini juga membuka akses dan memberikan harapan baru bagi masyarakat, serta sinergi kolaborasi untuk pertumbuhan di berbagai sektor terutama ekonomi. Jembatan ini harus dijaga dengan baik sehingga bisa menjadi fasilitas pendukung, dan desa ini bisa menjadi percontohan bagi desa lain. Pemerintah Provinsi Banten selalu memberikan dukungan agar Kabupaten Serang tidak hanya tinggal di landasan, tetapi tinggal landas maju menjadi kabupaten terdepan,” kata Rina.

Dengan tersambungnya akses antara Desa Kadubeureum dan Desa Cibojong, anak-anak dapat berangkat sekolah dengan lebih aman, warga dapat menjangkau layanan kesehatan dengan lebih mudah, serta aktivitas ekonomi di kedua kampung dapat berjalan lebih lancar. Dalam jangka panjang, keberadaan jembatan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menjadikan Kampung Cikotak sebagai desa percontohan bagi wilayah lain di Indonesia.Dana kegiatan CSR HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia dialokasikan untuk mendukung berbagai program di bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, serta perbaikan dan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. SRO berkomitmen untuk terus menjalankan program-program CSR yang memberikan manfaat jangka panjang dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai prioritas pembangunan nasional.